Mencoba menjadi manusia yang berguna untuk orang lain

Senin, 28 November 2011

cara merawat DVD drive

DVD (digital video-disk) drive, adalah storage yang menggunakan teknologi laser untuk membaca data dari cakram optik. DVD disebut juga digital versatile disk atau cakram digital serbaguna. Saat ini beragam perangkat lunak biasanya disediakan dalam bentuk CD. DVD dan CD rom itu sendiri bekerja dengan menggunakan sinar laser. permukaan DVD/CD sebenarnya tidak rata, terdapat lembah dan bukit yang sangat halus. permukaan ini tembak dengan sinar laser, kemudian pantulannya akan ditangkap dengan sebuah optic receptor. sistem pembacaannya sendiri bersifat dari tengah/pusat DVD/CD menuju kearah luar, persis seperti sebuah spiral. DVD dan CD rom itu sendiri bekerja dengan menggunakan sinar laser. permukaan DVD/CD sebenarnya tidak rata, terdapat lembah dan bukit yang sangat halus. permukaan ini di tembak dengan sinar laser, kemudian pantulannya akan ditangkap dengan sebuah optic receptor. sistem pembacaannya sendiri bersifat dari tengah/pusat DVD/CD menuju kearah luar, persis seperti sebuah spiral.
Prinsip kerja DVD relatif hampir sama dengan CD. Agar sinar laser yang berfluktiasi ini dapat terdektesi oleh detektor, VCD , CD dan DVD ketebalannya ditentukan oleh interferensi destruktif. Sinar laser yang melewati pit, sebagian sinarnya juga dipantulkan melewati lintasan land. Kedua sinar yang melewati lintasan yang berbeda ini bergabung menjadi interferensi destruktif dengan ketebelan pit setengah panjang gelombang sinar laser yang jatuh pada tepi pit, Data diukir pada permukaan kepingan yang membentuk pit (alur) tertentu dan dapat dibaca dengan menggunakan tembakan sinar laser. Ukuran pit pada DVD lebih sempit daripada pit pada CD sehingga DVD mampu menyimpan data lebih banyak dibandingkan CD. Panjang minimum pit pada CD ialah 0,834 – 0,97 mikrometer, sedangkan pada DVD 0,4 mikrometer. Sementara, jarak antar pit pada CD 1,6 mikrometer, sedangkan pada DVD 0,74 mikrometer.

Troubleshooting pada dvd
Sering kali kita menghadipi masalah karena dvd drive kita mengalami troubleshooting, berrikut merupakan troubleshooting yang saya ketahui :
CD/DVD Rom tidak mau eject
Pernah mengalami CD/DVD macet tidak mau dikeluarkan dari dalam drive ?, ,kalau ini terjadi, gampang saja, ambil penjepit kertas, kemudian sambil menekan tombol eject, masuk dan tekan lubang kecil yang terdapat di drive CD/DVD rom. voila, berhasil bukan.
CD/DVD Rom tidak terdetek
Permasalahan yang sering kita temui, yang ini relatif mudah, pertama cek apakah lampu indikator pada CD/DVD Rom menyala, jika tidak berarti adalah masalah power, coba ganti power yang terhubung ke CD/DVD Rom dengan kabel power yang lain, tentunya harus buka casing dulu. Jika sudah nyala namun tidak terdeteksi langkah selanjutnya adalah mengecek kabel IDE, kabel ukuran flexi ukuran besar yang menempel disamping kabel power, coba ganti dengan kabel IDE yang lain, biasanya dengan menggunakan dua langkah ini CD/DVD Rom terdeteksi kembali, jika tidak maka ada kerusakan hardware dan teraksa kita harus beli yang baru.
CD/DVD Rom tidak mau membaca
Biasa nya apabila CD/DVD Rom tidak mau membaca itu disebabkan karena . Head pada CD/DVD Rom memiliki fungsi yang sama seperti mata, jika head/mata kotor maka penglihatan kita akan buram atau tidak jelas, begitu juga head CD/DVD Rom, sinar laser yang dihasilkan oleh head dapat terhalang oleh debu yang mengakibatkan pembacaan CD/DVD jadi tidak lancar. Solusinya, beli pembersih CD/DVD Rom, biasanya dilengkapi dengan alcohol. Dan cara menanggulanginya adalah dengan Bersihkan CD/DVD. Seringkali saya dapati permukaan CD/DVD terdapat lemak atau bekas cetakan tangan, hal ini sangat membuat CD/DVD Rom akan cepat rusak, karena head akan dipaksa untuk membaca CD/DVD, oleh karena itu sebelum CD/DVD dimasukkan kedalam drive, pastikan bebas kotor dan lemak
Cara merawat dvd.
Merawat bagian Optical Drive

Alat – alat yang dibutuhkan adalah :
CD lens cleaner
kain lap bersih

Optical drive sangat rawan terkena debu. Dikarenakan dapat menyebabkan lambatnya suatu pembacaan CD / DVD yang dilakukan oleh Optical Drive.

Ada beberapa langkah bagaimana cara untuk merawat Optical Drive adalah sebagai berikut.

LANGKAH 1

Buka CD / DVD room anda, kemudian bersihkan bagian depan & tempat dudukan keping CD dengan menggunakan kain/pembersih lainnya.

LANGKAH 2

Ambil kepingan CD lens cleaner (banyak dijual kok) kemudian teteskan teteskan cairan pembersih pada sikat (busa) halus yang ada dipermukaan CD

LANGKAH 3

Masukan kepingan CD lens cleaner tersebut kedalam CD / DVD room anda, lalu jalankan CD dengan menggunakan multimedia player ( Windows Media Player) yang ada didalam PC anda. Dengan begitu Optical Drive anda sedang dibersihkan berbarengan dengan dibacanya file multimedia yang ada pada CD lens cleaner tersebut.
---------------------------
LANGKAH LANJUT
pastikan dalam mengoperasikannya lagi, CD/DVD yg akan diputar dalam kondisi bagus. jangan sentuh optical drive (optik) dengan benda selain pembersih.

LANGKAH BURN IDEAL
-pastikan burn speed dimana set default ke ukuran (CD=16-24x) (DVD=8-16x) dengan intensitas "istirahat" optical 5-10 menit per burn. sehari jangan dipaksakan jumlah CD/DVD di-burn terus-menerus.
-jika proses burn (video render) lebih baik anda save dulu FILE IMAGE ke image drive (HDD), sehingga sewaktu-waktu tinggal double klik tanpa harus menanti "menulis kembali" hasil render/encode ke CD/DVD.
-pastikan fan pendukung (cooler pad) tersedia, sebab suhu panas mempengaruhi kinerja.
-coba download file HTTP terakhir dibawah
berikut adalah sedikit tips cara merawat optical drive seperti DVD-ROM, CD-ROM pada laptop atau komputer kita:

1. Perhatikan Warna Lapisan Pemantul
Agar CD dan DVD saat ditulis dan dibaca tidak mengalami masalah, Anda dianjurkan mencari CD/DVD yang lapisan pemantulnya berwarna silver (perak) atau agak keemasan. Anda jangan pernah memilih pemantul yang berwarna-warni (biru, merah apalagi hitam). Sebab lapisan pemantul ini berperan dalam pembacaan data dari CD/DVD yang telah ditulis. CD/DVD yang berwarna-warni kemungkinan tidak ada kendala saat penulisan (write) oleh CD/DVD burner, namun ada kemungkinan akan susah saat dibaca.

2. Bakar Di Bawah Kecepatan MaksimaL.
Bakarlah (burn) CD/DVD yang Anda beli dibawah kecepatan maksimal yang tercantum di software burner (NERO, ROXIO, dsb). Jangan pernah percaya tentang kecepatan maksimum yang tertulis di label CD/DVD. Sebab meskipun tertulis 52x, tapi seringkal setelah dianalisa oleh CD/DVD burner melalui software burner, biasanya nilai tulis itu akan turun. Untuk kebutuhan kompatibiitas pembacaan, pilih kecepatan burning 10x/12x saja -walaupun hal ini akan berdampak pada waktu proses pembakaran. Selain itu, hal ini juga dapat mengantisipasi apabila CD/DVD tesebut akan dibaca dari device CD/DVD ROM dengan spesifikasi baca (read) lebih rendah -yang masih banyak digunakan.

3. Isian Data Jangan Sampai Full
Usahakan ketika pengisian data jangan sampai full, berilah ruang kosong (free space) beberapa mega byte.

4. Simpan Dalam Plastik Khusus
Setelah dibakar/dibaca, usahakan CD/DVD disimpan ke dalam plastik khusus untuk menghindari debu atau goresan. Simpan CD/DVD ditempat yang kering dan gelap, usahakan jangan lembab atau terkena sinar matahari langsung karena akan merusak lapisan pemantul sehingga CD/DVD sulit dibaca.

5. Jangan Ditekan
Jangan menulis label CD/DVD dengan, usahakan dengan spidol permanent pada bagian labelnya.

6. Perhatikan Cara Membersihkannya
Sebelum dimasukan untuk dibaca usahakan CD/DVD dibersihkan dari debu dan gunakan kain halus yang biasa untuk membersihkan kacamata. Hindari penggunaan tissue ala kadarnya atau baju untuk membersihkannya, hal ini guna menguhindarimunculnya goresa pada disk yang menyebabkan CD/DVD tidak dapat dibaca.
Anda harus menyimpannya di tempat yg sejuk dan tidak kotor, misalnya album CD/ DVD yang biasanya dijual umum. Selain anda harus gunakan sewaktu2, jangan lupa membersihkannya piringan CD menggunakan minyak kayu putih. Hal ini akan membantu piringan tetap bersih dan licin untuk digunakan. Tentunya akan membantu anda untuk tetap menggunakan koleksi DVD/ CD anda dalam kondisi yang terbaik
7. Hindari arus listrik buangan/listrik statis (dapat dirasakan ketika Casing CPU terasa ada sengatan arus listrik kecil). Hal itu dikarenakan listrik statis bukan hanya merusak optical drive saja, tapi juga bisa merusak komponen CPU yang lain. Solusinya adalah: sambungkan dengan kabel tambahan dari Casing CPU yang dialirkan ke tanah.
8 .Hindarkan dari asap rokok karena asap rokok yang mengendap terlalu tebal akan mempengaruhi daya read-write pada optical drive.
9 .Bersihkan komponen-komponen CPU setiap 2 bulan sekali dengan menggunakan compressor atau kuas lembut yang bersih.
10. Jangan memutar video movie terlalu lama melalui optical drive karena menyebabkan hilangnya daya read-write. Solusinya: copy video movie tersebut ke dalam harddisk terlebih dahulu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar